PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI LILIN AROMATERAPI: INOVASI LINGKUNGAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Authors

  • Eny Widayawati Universitas Islam Malang Author
  • Alzifqi Aghdefriyan Degi Fansfendo Universitas Islam Malang Author
  • Muhammad Thoriq Aziz Universitas Islam Malang Author
  • Tasya Dike Jilvalisva Universitas Islam Malang Author
  • Cindy Caroline Universitas Islam Malang Author
  • Ayu Ummul Fithroh Universitas Islam Malang Author
  • Firda Agustin Universitas Islam Malang Author
  • Habib Nabil Ubaidillah Universitas Islam Malang Author
  • Novi Aprilia Prasasti Universitas Islam Malang Author
  • Azizah Kurnia Fatihah Sari Universitas Islam Malang Author
  • Moh. Kholis Baihaqi Universitas Islam Malang Author
  • Raihan Pasha Ode Universitas Islam Malang Author

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, menjadi tantangan lingkungan di banyak daerah, termasuk Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Artikel ini mengkaji program kerja Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah sebagai solusi inovatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisas dan penyuluhani, pelatihan teknis,produksi masal, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan pengurangan signifikan limbah minyak jelantah, peningkatan keterampilan masyarakat, dan peningkatan pendapatan melalui penjualan lilin. Program ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh komunitas lain.

Downloads

Published

2024-12-30

Issue

Section

Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan

How to Cite

PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI LILIN AROMATERAPI: INOVASI LINGKUNGAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. (2024). Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS), 5(1). https://new-conference.unisma.ac.id/index.php/KOPEMAS/article/view/488