ISU “OVERTOURISM” TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA DI INDONESIA
Keywords:
pariwisata berkelanjutan, daya dukung, pariwisata indonesiaAbstract
Fenomena overtourism menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pariwisata di Indonesia, khususnya di destinasi unggulan seperti Bali dan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak overtourism terhadap lingkungan, sosial budaya, persepsi wisatawan, serta kapasitas daya dukung destinasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kasus dan analisis literatur, dengan data diperoleh dari observasi, laporan media, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overtourism di Bali menyebabkan permasalahan lingkungan seperti penumpukan sampah di TPA Suwung dan degradasi hutan bakau, serta pelanggaran norma budaya oleh wisatawan. Sementara di Yogyakarta, isu yang muncul meliputi masalah sosial seperti fenomena “klitih”, praktik “nuthuk” harga di kawasan Malioboro, dan meningkatnya volume sampah plastik di kawasan wisata. Kedua destinasi menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah wisatawan dan kapasitas daya dukung lingkungan maupun sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan konsep carrying capacity dan manajemen pengunjung sebagai strategi untuk menjaga keberlanjutan pariwisata di Indonesia. Dengan demikian, upaya pengendalian jumlah wisatawan, edukasi budaya, dan pengelolaan lingkungan menjadi kunci untuk mencegah dampak negatif overtourism di masa mendatang.
References
Amsterdam Tourist Board, Barcelona Tourist Office, Florence Local Council, Czech Tourist Authority dalam The Guardian Council. (2020). Over tourism in Europe's historic cities sparks backlash [halaman web]. https://www.theguardian.com/world/2020/jan/25/overtourism-in-europe- historic-cities-sparks-backlash
Bali, B. P. (2025a). Banyaknya Wisatawan Domestik Bulanan ke Bali, 2004- 2024. BPS. https://bali.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjkjMQ==/banyaknya- wisatawandomestik-bulanan-ke-bali--2004-2024.html
Bappenas. (2017). Pembangunan Sektor Unggulan [Halaman Web]. Diakses dari https://www.bappenas.go.id/files/lampid/lampid- 2017/Infografis/Pembangunan%20Sektor%20Unggulan.pdf).
Damanik, Janianton, and Helmut F. Weber. "Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi." Yogyakarta: Puspar UGM dan Andi (2006).
Hm, F., & Hulu, M. (2025). Kajian Fenomena Overtourism di Kawasan Wisata di Bali dan Pengelolaannya. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(3), 2026–2034. https://doi.org/10.55681/jige.v6i3.4166
Milano, C., Novelli, M., & Russo, A. P. (2024). Anti-tourism activism and the inconvenient truths about mass tourism, touristification and overtourism. Tourism Geographies, 26(8), 1313–1337. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/14616688.2024.2391388
Peeters, dkk. (2018). “Research for TRAN Committee - Overtourism: impact and possible policy responses”. TRAN Committee
Retno Budi Wahyuni,dkk (2022). Kajian Faktor Overtourism Di Destinasi Wisata Bahari Kabupaten Pangandaran. Barista: Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata, Volume 9 Nomor 1, 2022: 26 – 30
Wall, G. (2020). From carrying capacity to overtourism: A perspective article. Tourism Review, 75(1), 212–215. https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1108/TR-08-2019-0356
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Made Bambang Adnyana (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



