DIVERSIFIKASI PRODUK AKAR ALANG-ALANG, PAKCOY, DAUN STEVIA DAN MINT HASIL PERTANIAN DESA CIPUTRI

Authors

  • Abdul Fatah Universitas Teknologi Bandung Author
  • Sri Erina Damayanti Universitas Teknologi Bandung Author
  • Dewi Shintya Pratiwi Universitas Teknologi Bandung Author
  • Yusman Taufik Universitas Pasundan Author
  • Rizal Maulana Ghaffar Universitas Pasundan Author
  • Mia Nurkanti Universitas Pasundan Author
  • Taufiqulloh Dahlan Universitas Pasundan Author
  • Rosad Ma'ali El Hadi Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana Author
  • Nur Hasanah Universitas Teknologi Bandung Author

Abstract

Desa Ciputri terletak di bawah kaki Gunung Gede dengan potensi alam yang luar biasa. Akar alang-alang tumbuh dengan subur dan hasil pertanian pun melimpah, seperti sayuran pakcoy, daun stevia dan mint. Pakcoy hasil panen langsung dijual ke pasar. Daun stevia dan mint dijual dalam bentuk daun kering. Sedangkan akar alang-alang dijual dalam bentuk kering dan basah dengan ukuran yang disesuaikan. Diperlukan suatu strategi agar nilai dari suatu produk dapat meningkat, yaitu diversifikasi produk. Sayuran pakcoy dapat dibuat makanan nori, daun stevia dan mint dapat dibuat produk teh celup, dan akar alang-alang dapat dimanfaatkan untuk membuat produk minuman kesehatan sari alang-alang. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan yang dilakukan, dimana Bumdes Ciputri dan ibu-ibu PKK yang menjadi mitra kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagaimana cara membuat nori pakcoy, teh daun stevia, teh daun mint, dan minuman sari alang-alang. Serta dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat Desa Ciputri pada umumnya.

Downloads

Published

2024-12-30

Issue

Section

Penguatan UMKM, IKM, BUMDes dan Koperasi

How to Cite

DIVERSIFIKASI PRODUK AKAR ALANG-ALANG, PAKCOY, DAUN STEVIA DAN MINT HASIL PERTANIAN DESA CIPUTRI. (2024). Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS), 5(1). https://new-conference.unisma.ac.id/index.php/KOPEMAS/article/view/1128