Pengembangan Literasi Matematika Or-Fantasi Berparadigma Qur’ani dalam Pembelajaran Matematika
Abstract
Matematika saat terus berkembang seiring dengan era revolusi industri 4.0. Sesuai dengan perkembangan era evolusi industri 4.0 dibutuhkan kompetensi berbasis 4C yang meliputi critical thinking (berpikir kritis), collaboration (kerjasama), communication (komunikasi), dan creativity (kreativitas). Kompetesni tersebut diperoleh agar individu dapat bertahan dalam menghadapi tantangan global. Sehingga, dibutuhkan model, strategi, metode yang inovatif untuk mengajarkan matematika agar siswa tidak merasa bosan dan enggan belajar. Literasi matematika adalah kemampuan individu untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks seperti fakta, prinsip, operasi, dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari pada masa lalu dan masa sekarang. Literasi matematika ini membantu individu untuk mengakui peran matematika di dunia dan untuk membuat penilaian dan keputusan yang dibutuhkan seseorang secara konstruktif, terlibat dan reflektif. Al-Qur’an sebagaimana wataknya yang universal dapat dijadikan sumber segala ilmu pengetahuan dan tidak tidak sebatas ilmu pendidikan yang sejenis dengan ilmu tarbiyah, ilmu hukum dengan ilmu syariah dan lainnya. Ilmu matematika dan semua ilmu lainnya dapat dicarikan informasinya sekalipun bersifat umum pada al-Qur’an. Fenoma yang terjadi di sekolah islam saat ini banyak siswa yang sudah mendapatkan pelajaran matematika akan tetapi belum memahami adanya keterkaitan antara matematika dengan al-Qur'an. Siswa perlu diberikan permasalahan yang kompleks dan mendasar yang dapat dihubungkan dengan al-Qur'an. Oleh karena itu, perlunya pengembangan literasi matematika berparadigma Qur'ani dalam pembelajaran matematika sebagai sarana umat islam mendekatkan diri kepada Allah SWT akan mengantarkan seseorang menjadi manusia cerdas dan spiritual yang dibarengi dengan kesungguhan untuk beribadah kepada Allah SWT dalam arti yang seluas-luasnya.
Â