DAPATKAH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA MATERI KUBUS DAN BALOK?
Abstract
Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu bagian dari kurikulum matematika yang wajib dimiliki oleh setiap peserta didik di Indonesia. Selain itu, kemampuan berpikir kreatif dapat mendukung siswa supaya dapat memecahkan permasalahan dengan memperoleh gagasan baru dari pengalaman yang sudah dimiliki sebelumnya. Salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kreatif adalah dengan menerapkan model pembelajaran Probing-Prompting. Model pembelajaran Probing-Prompting merupakan pembelajaran dengan cara menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan peserta didik dengan pengalamannya dan mengkonstruksi konsep, prinsip serta aturan yang menjadikan pengetahuan baru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menguji apakah model Pembelajaran Probing-Prompting ini juga dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi kubus dan balok secara efektif. Data yang dikumpulkan berupa pekerjaan siswa dan hasil wawancara dari siswa yang dianalisis berdasarkan indikator berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Probing-Prompting tidak dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada materi bangun ruang, khususnya kubus dan balok. Hal ini disebabkan karena pada materi yang berkaitan dengan bangun ruang membutuhkan kemampuan visual-spasial yang tidak difasilitasi dalam model pembelajaran Probing-Prompting.