Biaya Distribusi Beras Miskin Menggunakan Metode Revised Distribution (RDI) dan Stepping Stone (Studi Kasus Perum Bulog Sub Divre VII Malang)
Abstract
Metode transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama, ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa, karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari suatu sumber ke tempat-tempat tujuan berbeda-beda, dan dari beberapa sumber ke suatu tempat tujuan juga berbeda-beda. Raskin adalah salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan cara menyalurkan beras bersubsidi bagi rumah tangga miskin. Perum Bulog sebagai lembaga negara yang berwenang untuk menangani kebutuhan pangan pokok dalam negeri memiliki beberapa program kerja, salah satunya adalah pendistribusian beras untuk rumah tangga miskin (raskin). Perum Bulog Sub Divre VII Malang sebagai pelaksana program raskin untuk beberapa wilayah seperti Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang mengeluarkan dana yang cukup besar untuk kegiatan pendistribusian. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan dalam pendistribusian raskin sehingga biaya distribusi yang dikeluarkan optimal. Metode Revised Distribution (RDI) pertama kali ditemukan pada tahun 2013 digunakan untuk menyelesaikan masalah transportasi tanpa menggunakan solusi awal, sedangkan metode Stepping Stone menggunakan solusi awal yaitu metode Maximum Offer with Minimum Cost (MOMC) yang ditemukan pada tahun 2015 untuk menentukan solusi optimal. Tujuan dari skripsi ini adalah mengetahui biaya distribusi minimum dengan kedua metode tersebut dan membandingkannya. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode Stepping Stone yang menggunakan metode Maximum Offer with Minimum Cost (MOMC) sebagai solusi awal menghasilkan biaya yang paling minimum yaitu sebesar Rp. 387.228.168 dengan solusi awal delapan iterasi dan solusi optimal 4 iterasi. Adapun metode Revised Distribution (RDI) mengasilkan biaya sebesar Rp. 387.989.304,8 dengan delapan iterasi. Jadi dari kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Stepping Stone merupakan metode yang lebih efisien untuk meminimumkan biaya distribusi pada Perum Bulog Sub Divre VII Malang. Biaya distribusi raskin Perum Bulog Sub Divre VII yaitu Rp. 388.042.426,1 sehingga terdapat selisih biaya sebesar Rp. 814.258,1 atau 0,21%.
Kata Kunci: Transportasi, Metode RDI, Metode MOMC, Metode Stepping Stone