KLASIFIKASI KEGAGALAN SISWA DALAM MELENGKAPKAN BENTUK KUADRAT SEMPURNA PADA PERSOALAN PERSAMAAN KUADRAT

Authors

  • Muawwaly Afadia Khoirin Nisak STKIP PGRI PASURUAN Author

Abstract

Persamaan kuadrat dapat diselesaikan dengan tiga cara, yaitu pemfaktoran, melengkapkan bentuk kuadrat sempurna dan rumus abc. Dalam menyelesaikan persamaan kuadrat menggunakan pemfaktoran dan rumus abc, sangat minim kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Namun, ketika siswa menggunakan cara melengkapkan bentuk kuadrat sempurna, siswa kerap melakukan kesalahan, yang imbasnya pada kegagalan siswa membentuk kuadrat sempurna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan kegagalan siswa dalam menyelesaikan persoalan terkait persamaan kuadrat ditinjau dari ketidaksempurnaan proses berpikir siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling yaitu sampling yang bertujuan. Sebanyak 36 siswa dipilih sebagai calon subjek yang kemudian hasil tes siswa dikelompokkan berdasarkan tipe berpikirnya, yaitu semikonseptual dan komputasional. Dari setiap kelompok tersebut, diambil masing-masing 2 siswa yang dijadikan subjek penelitian. Data penelitian diperoleh dari tes dengan 1 butir soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan proses berpikir, kegagalan yang dilakukan siswa dapat dikelompok menjadi 2 tipe, yaitu kegagalan tipe semikonseptual dan kegagalan tipe komputasional. Kegagalan semikonseptual dapat terjadi ketika siswa tidak sepenuhnya menggunakan konsep yang telah dipelajari, sehingga dalam menyelesaikan soal dicampur dengan intuisi siswa. Sedangkan kegagalan komputasional dapat terjadi ketika siswa cenderung keluar dari konsep yang telah dipelajari, sehingga siswa lebih menggunakan intuisinya dalam menyelesaikan persoalan.

Published

2019-12-12

Issue

Section

General Papers