DINAMIKA PENETAPAN HAK ASUH ANAK PASCA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA: ANALISIS PUTUSAN HAKIM NOMOR 169/Pdt.G/2024/PA.Mr

Authors

  • Tsania Wardatush Universitas Islam Malang image/svg+xml Author
  • Shofiatul Jannah Author

Keywords:

hak asuh anak, hadhanah, perceraian, pengadilan agama, best interest of the child

Abstract

Perceraian tidak hanya berimplikasi pada berakhirnya hubungan suami istri, tetapi juga berdampak langsung pada nasib anak, khususnya dalam hal penetapan hak asuh (hadhanah). Dalam praktiknya, penetapan hak asuh anak seringkali menimbulkan persoalan, terutama ketika kedua orang tua sama-sama mengajukan permohonan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penetapan hak asuh anak oleh hakim dalam perkara perceraian, dengan fokus pada Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor 169/Pdt.G/2024/PA.Mr. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen putusan, serta merujuk pada peraturan perundang-undangan dan literatur hukum Islam terkait hadhanah. Data dianalisis menggunakan pendekatan normatif-sosiologis untuk memahami konteks pertimbangan hukum dan sosial dalam penetapan hak asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam putusan tersebut menetapkan hak asuh anak kepada ibu dengan mempertimbangkan usia anak yang belum mumayyiz, ikatan emosional yang lebih kuat dengan ibu, serta kemampuan pengasuhan yang lebih memadai. Pertimbangan hakim juga mencerminkan penerapan prinsip best interest of the child, meskipun belum sepenuhnya dilengkapi dengan analisis psikologis yang mendalam. Putusan ini menjadi cerminan pendekatan progresif dalam perkara hak asuh, sekaligus menunjukkan pentingnya keseimbangan antara norma hukum dan realitas sosial.

 

Downloads

Published

2026-01-01

Issue

Section

Hukum Keluarga Islam (Perkawinan, Perceraian dan Kewarisan)