Hubungan lama bergadget per hari terhadap tingkat adiksi internet pada Anak Berkebutuhan Khusus
Abstract
Shinta Kusumawati1, Amelia Aziz Daeng Matadjo2
1, Dosen Fakultas Kedokteran Unisma departemen Neurologi, 2 Dosen Fakultas Kedokteran Unisma departemen Psikologi
Email: shinta@unisma.ac.id
Â
Â
Abstrak
Â
Latar belakang :Indonesia merupakan negara pengguna smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, Amerika Serikat. Saat ini pengguna smartphone tidak hanya kalangan anak dan remaja normal tetapi juga anak dan remaja dengan disabilitas juga menggunakan sarana internet baik sebagai media pembelajaran, hiburan atau mengisi waktu luang. Penelitian ini bertujuan menghubungkan jenjang usia dan lama penggunaan gadget pada anak berkebutuhan khusus (ABK) terhadap tingkat adiksi internet.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif analisis dengan desain cross sectional. Data penelitian diambil melalui kuisioner Internet Adiction Test (IAT) yang disebar melalui gform yang terbagi atas tingkat adiksi normal, ringan, sedang, dan berat . Data dianalisis dengan menggunakan analisis uji korelasi Gamma.
Hasil: Penelitian ini didapatkan 18 responden ABK . Prosentase lama bergadget kurang dari 2 jam per hari (38,9%), lebih dari 2 jam per hari (50%) dan yang tidak terbatas (11,1%) dimana tingkat adiksi normal (27,8%), ringan (33,3%), sedang (27,8%), dan berat (11,1%). Tidak didapatkan hubungan signifikan antara lama bergadget dengan tingkat IAT (p 0,551).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan lama bergadget per hari dengan tingkat adiksi pada ABK.
Kata kunci: kelompok  usia, lama bergadget, tingkat adiksi, ABK
Â