PARADIGMA MULTIKULTURALISME SEBAGAI AZAS PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEREALISASIKAN PERDAMAIAN MASYARAKAT PLURAL

Authors

  • Moch. Bachrurrosyady Amrulloh Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik Author

Abstract

Indonesia terdiri dari sejumlah besar kelompok etnis, budaya, agama, dan lain-lain, sehingga negara-bangsa Indonesia secara sederhana dapat disebut sebagai masyarakat multikultural. Salah satu indikatornya adalah banyaknya Agama dimana Islam sebagai agama mayoritas. Sensus penduduk dewasa ini, 87% bangsa Indonesia beragama Islam, 13% non-Muslim. Jika dibandingkan Malaysia, 13% tersebut lebih banyak dari pada seluruh penduduk Malaysia. Namun Islam sebagai mayoritas ternyata belum bisa menjadi pioneer kedamaian dalam kemajemukan. Hal ini dibuktikan, dibanding tahun 2015, jumlah pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan tahun 2016 meningkat 7%. Pada 2016, terjadi 204 peristiwa dengan 313 tindakan pelanggaran KBB. Sementara 2015, 190 peristiwa dengan 249 tindakan pelanggaran. Sebagai mayoritas, umat Islam harus mampu bertahan dan mengayomi minoritas. Di sinilah paradigma multikulturalisme menjadi penting untuk diintegrasikan dalam azas pengembangan kurikulum PAI sehingga lembaga pendidikan Islam baik formal, non-formal, informal dapat mencetak masyarakat multikultural yang sehat dan menjadi pioneer perdamaian antar umat beragama. Secara substantif nilai multikultural terdapat pada beberapa ayat al-Qur’an. QS. Ali Imran 3:64 menekankan dialog sehingga potensi mutual understanding antar umat beragama terbangun. QS. Al-Hujurat 49:13, mengandung setidaknya tiga prinsip berkaitan dengan hidup dalam keragaman dan perbedaan, plural is usual, equal is usual, modesty in diversity. Ayat-ayat al-Qur’an tersebut menjadi azas religius pengembangan Kurikulum. Kemudian azas filosofis, secara ontologis; pendidikan multikultural adalah suatu cara untuk mengajarkan keragaman (teaching diversity), epistimologis; kurikulum ini dapat dikembangkan dengan separated curriculum atau integrated curriculum model, aksiologis; dengan pendidikan semacam ini kita menginginkan agar pelajar dapat tumbuh dalam suatu dunia yang bebas dari prasangka, bias dan diskriminasi atas nama apapun.


Key Words: Paradigma Multikulturalisme, Azas Pengembangan Kurikulum   PAI


Downloads

Published

2018-03-19