KEHIDUPAN PLURALISME DAN PENANGKALAN RADIKALISME (Studi kasus di Pondok Pesantren al – Urwatul Wutsqo Jombang)
Abstract
Pondok Pesantren adalah sebuah Insitusi yang keberadaanya sudah lama dan kemanfaatannya sangat bisa dirasakan. Dahulu Pondok pesantren hanyalah menyelenggarakan lembaga pendidikan non formal. Tapi dalam perkembangannya, institusi ini memiliki lembaga pendidikan formal baik berafiliasi  Kemenag maupun Kemendiknas, mulai usia pra sekolah sampai perguruan tinggi bahkan setingkat Doktoral (S-3). Input pondok pesantren berasal dari berbagai perbedaan latar belakang sosial, ekonomi, pemahaman agama, budaya, bahasa, pendidikan, dan lain sebagainya. Tapi pola pendidikan dan tata kelola kehidupan kebersamaan pondok pesantren dapat menjembatani keberbedaan tersebut menjadi kehidupan kekeluargaan yang harmonis. Perbedaan pemahaman agama yang dimiliki santri juga memunginkan masuknya paham radikalisme ke pesantren.
Ini adalah field research dengan pendekatan kualitatif yang datanya dihimpun dengan metode wawancara, Observasi dan dokumentasi, yang berupaya untuk mengungkapkan pola pendidikan yang diterapkan pondok Pesantren al –Urwatul Wutsqo (PP-UW) Jombang sehingga kehidupan plural tidak menimbulkan permaslahan dan faham radikalisme tidak merasuki para santri.
Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa PP-UW Jombang yang merupakan pondok pesantren bebas SPP menerapkan kehidupan kebersamaan tanpa pembeda latar belakang social, ekonomi, bahasa, budaya dll. Contoh yang  kaya atau miskin mengkonsumsi makanan yang sama. satu tempat untuk 5 orang santri putri, dan 4 orang bagi santri putra. Penangkalan paham Radikalisme melalui pemahaman al –Qur’an dai segi cara amal dan kehidupan Tasawwuf, yaitu amaliyah Thoriqoh Syadzaliyah al-Mas’udiyah.
KATA KUNCI : Pluralisme, Penangkalan, Radikalisme