TASAWUF SEBAGAI PONDASI ISLAM NUSANTARA

Authors

  • Nur Syarifuddin STAI Hasan Jufri Bawean Author

Abstract

Pra-Muktamar yang ke-33 NU di Makassar, Sulawesi Selatan. Perumusan Islam Nusantara yaitu Islam yang empirik dan distingtif sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, penerjemahan, vernakularisasi Islam universal dengan realitas sosial, budaya, dan sastra di Indonesia. Menurut Oman Fathurrahman, Islam Nusantara ada namun minim data thabaqat (biografi) yang komprehensif para tokoh muslim Nusantara setidaknya sejak abad ke-16. Hal ini berbeda dari fakta yang ada di Arab dan Persia, yang mengakibatkan bangunan sejarah keduanya sangat kokoh lantaran kekayaan sumber literasi tentang itu. Dewasa ini dengan berkecamuknya negara-negara Islam di Timur-Tengah, Islam Nusantara mempunyai tempat yang begitu menarik untuk diperbincangkan, Islam Nusantara mempunyai potensi besar untuk menyumbang kepada dunia Islam dan perdaban dunia. Hal tersebut berakar pada enam poin penting, yakni pengalaman sejarah, orientasi agama yang dominan, pribumisasi Islam yang mengakar, penghargaan dan keteguhan terhadap turats (tradisi), terbangunnya institusi atau kelompok yang mengedepankan wacana Islam inklusif dan dialogis, serta peran ormas dan para pemikir Indonesia yang mencerahkan sehingga dapat menunjukkan wajah Islam yang sesungguhnya yaitu Islam yang Rahmatan lil alamin. Para pembicara dalam forum tersebut sepakat bahwa Islam Nusantara berkarakter membumi dengan realitas kebudayaan setempat. Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa penyebaran Islam di negeri ini dilakukan para wali yang menggunakan tasawuf Suni sebagai pegangan dalam penyebaran agama Islam, semenjak beberapa abad yang lalu. Dengan tasawuf, mereka melawan pandangan kaum kebatinan, dan hingga saat ini mampu mempertahankan dan menunjukkan  terhadap dunia bahwa Islam itu ramah dan damai.

Kata Kunci: Tasawuf, Islam Nusantara

Downloads

Published

2018-03-19