MENEGUHKAN KONSEP ISLAM NUSANTARA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP GERAKAN REVIVALISME ISLAM DI INDONESIA
Abstract
Transmisi melalui berbagai modus dan sarana pada gilirannya membuat pemikiran, keyakinan, ideologi maupun metode gerakan revivalisme islam di Timur Tengah tersebut tersebar luas di kalangan gerakan Islam di Indonesia. pada tingkat yang paling tinggi, pemikiran, ideologi serta metode aktor-aktor revivalisme diambil alih oleh kelompok gerakan islam di Indonesia dan dipraktekkan oleh mereka. Gerakan Tarbiyah, Hizbut Tahrir Indoesia, adalah contoh yang baik bagi taraf ini. Pemikiran, basis ideologi, visi, agenda dan model pergerakan dua organisasi ini hampir sama dengan yang dikembangkan Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan kelompok-kelompok Salafi di Timur Tengah. Ciri dari kelompok-kelompok ini antara lain: adanya konsep din wa daulah, bahwa fondasi islam adalah al-qur’an dan sunah nabi, mengangendakan puritanisasi, kedaulatan dan hukum negara harus berdasarkan syariat, serta eksklusif terhadap tradisi dan budaya dan seringkali membawa paham-paham yang radikal. oleh karena itu tulisan ini pada dasarnya merupakan usaha penulis dalam mengcounter gerakan-gerakan tersebut dengan meneguhkan kembali konsep “Islam Nusantaraâ€. Konsep Islam Nusantara bukanlah sesuatu yang baru. penebalan kata “Nusantara†yang dikawinkan dengan “Islam†bukan hanya menegaskan nama, melainkan juga karakter untuk menunjukkan corak atau warna dari sebuah entitas yang heterogen. keragaman sebagai salah satu tipologi Islam Nusantaraadalah buah dari pergumulan panjang antara agama dan budaya; antara teks dengan konteks yang saling melengkapi satu sama lain sehingga menelurkan islam yang ramah, inklusif dan fleksibel.
Downloads
Published
2018-03-13
Issue
Section
Islam Nusantara and Anti-Radicalism