Kontroversi “Sunni –Syi’ah: Pembekalan Dalam Pembahasan Sekte
Abstract
Mengangkat kembali tema-tema Aqidiah aliran Syi’ah sebagai presentasi ideologi, atau mengurai detail altar sejarah aliran ini, akan menjadi bahasan ulang yang menjemukan. Apalagi jika makalah singkat ini dipaksa harus mendefinisikan kembali Syi’ah secara etimologis-terminologis. Barangkali, cukup penulis singgung secara umum, bahwa terma Syi’ah yang sekarang, adalah pengembangan yang sangat jauh dari ide pertamanya yaitu Tasyayyu'. Satu koreksi kesejarahan mungkin, bahwa Syi’ah belum-lah bisa dikatakan lahir pada saat riuh proses arbitrasi (tahkim) antara ‘Amru bin ‘Ash dan Abu Musa al-Asy’ari paska perang Shiffin (657 M). lebih jeli, pecahnya umat Islam sebagai pendukung Ali, pendukung Mu’awwiyah dan golongan abstainis (khawarij), hanya bisa direfleksikan sebagai fenomena demokratis dalam gebyar pesta politik. Background politis ini harus dicermati dan dibedakan, dengan pengembangan Syi’ah selanjutnya, sebagai satu aliran ideologis yang memiliki karakter utuh dan doktrin-doktrinnya sendiri.