PROJECT BASED LEARNING: EMPATI PADA ANAK USIA DINI
Abstract
Kemampuan social emosional dan kognitif memiliki keterkaitan satu sama lain, namun masyarakat umumnya menganggap bahwa kemampuan kognitif yang lebih penting distimulus. Kondisi tersebut berbeda dengan pembelajaran di RA Tunas Mulia. Stimulus kemampuan empati dilakukan secara beriringan dengan kemampuan kognitif melalui penerapan project based learning. Model pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, namun memiliki titik kesulitan dalam penerapannya untuk pembelajaran anak usia dini menjadi lebih menarik karena mampu menstimulus kemampuan empati anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian terdiri dari guru, kepala sekolah, dan anak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analis data menggunakan model studi kasus Ying yang diadaptasi dari Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa project based learning sebagai salah satu model pembelajaran yang sering digunakan di RA Tunas Mulia, baik untuk produk besar maupun sederhana. Project based learning yang diterapkan memiliki ciri khas adanya muatan bercerita Islami. Kekhasan tersebut sebagai bentuk metode yang mampu mengembangkan kemampuan empati anak