TEORI KONTRUKSI SOSIAL DAN PENERAPANNYA PADA PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADIIN TASIKMADU MALANG

Authors

  • Mohammad Rifqi Junaidi Universitas Islam Malang Author
  • A Samsul Ma'arif <span>UIN Maulana Malik Ibrahim Malang</span> Author
  • Ma’rufatul Azizah Universitas Islam Malang Author
  • Fadhilah Nisful Maul Universitas Islam Malang Author

Abstract

Berger dan Luckmann berpendapat bahwa agama adalah bagian dari budaya. Manusia yang beragama dapat menkonstruk dirinya untuk menjadi bagian dari makhluk sosial. Untuk menjadi makhluk sosial yang agamis, perlu kiranya manusia tersebut untuk belajar agama di pondok pesantren atau sejenisnya. Tujuan dari Penelitian ini adalah mendeskripsikan pendidikan karakter             di Pondok Pesantren dengan mengacu pada PMA No. 2 Tahun 2020 melalui proses Eksternalisasi, Objektivasi dan Internalisasi pendidikan karakter di Pondok Pesantren  Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dalam penelitianini diperoleh melalui teknik wawancara mendalam, teknik observasi dan teknik dokumen. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa proses pendidikan karakter berlangsung secara alami melalui kegiatan pendidikan dan pembelajaran di pondok tersebut. Dalam proses eksternalisasi, para santri telah membawa nilai-nilai karakter yang telah mereka peroleh sejak sebelum belajar di pondok pesantren. Para santri memperoleh objektivasi setelah mengkaitkan nilai-nilai yang dari luar dirinya dengan dari dalam dirinya. Luaran yang diinginkan oleh Kementerian Agama terwujudkan dengan adanya santri yang menguasai ilmu agama dan mengimplementasikannya dengan nilai-nilai karakter bangsa Indonesia. Inilah yang kemudian disebut dengan Internalisasi.

Downloads

Published

2020-12-23

Issue

Section

PENDIDIKAN KARAKTER NILAI-NILAI ISLAM KE-INDONESIAAN